Kamis, 28 Juli 2022

Tes Pendahuluan Ergonomi dan Perancangan sistem kerja II Review Jurnal

 

Judul                                       Analisis tingkat ergonomic postur kerja karyawan di laboratorium KCP PT  Steelindo Wahana Perkasa Dengan metode Rapid Upper Limb Assessment (Rula), Rapid Entire Body Assessment (Reba) Dan Ovako Working Posture Analisys (Owas)

Jurnal                                      Jurnal Ilmiah Teknik dan manajemen industri

Volume dan halaman              Vol.2, Hal 147-151

Tahun                                      2019

Penulis                                     Mochamad Imron

Reviewer                                 M. Ali Mustofa

Tanggal                                   20 juni 2022

Deskripsi permasalahan          Pada PT.Steelindo Wahana Perkasa unit kcp terdapat departemen analisis yang diperuntukan menganalisis sample karnel, sample pko dan sample pke. Karyawan laboratoriun unit kcp PT. Steelindo Wahana Perkasa bekerja dengan posisi berdiri, dan duduk, jenis pekerjaan ini apabila dibiarkan akan menimbulkan kelelahan ditambah lagi postur tubuh karyawan yang berbeda-beda, sehingga konsentrasi karyawan akan menurun dan kinerja juga memungkin untuk ikut menurun. Karena itulah peneliti tertarik untuk menganalisis postus kerja pada petugas laboratorium unit kcp PT. Steelindo Wahana Perkasa

Tujuan penelitian                    tujuan penelitian ini untuk menganalisis postur kerja pada petugas laboratorium kcp PT.Steelindo Wahana Perkasa saat ini dan mengevaluasi postur kerja yang mempengaruhi pencapaian produktifitas dengan Metode RULA, REBA, dan OWAS di laboratorium kcp PT.Steelindo Wahana Perkasa.

Metode dan prosedur              Metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti. Observasi dilakukan guna mendapatkan data postur tubuh tenaga kerja dengan merekam ataupun pengambilan foto dari pekerja. Pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab dengan nara sumber yang terkait dengan penelitian yang dilakukan, wawancara dilakukan pada sejumlah karyawan di bagian produksi secara langsung di  laboratorium kcp PT dteelindo wahana perkasa. Dengan sampel di ambilah satu orang sesuai dengan rata-rata tinggi badan yaitu M.hermosilo dengan tinggi badan 167 cm. Postur kerja yang akan diteliti adalah postur kerja untuk melaksanakan kegiatan analisis pada laboratorium kcp . Postur kerja yang dimaksud adalah Postur kerja duduk pada elemen kegiatan melakukan pemisahan cangkang kernel untuk di analisis kandungan cangkang dan pko yang terkandung pada biji kerjnel tersebut

 

Postur duduk untuk                 Nilai dari postur tubuh lengan atas (upper arm) hasilnya 1, lengan bawah (lower arm) hasilnya 2, pergelangan tangan (wrist) hasilnya 3 dan putaran pergelangan tangan (wrist twist) hasilnya 2 . Berdasarkan dari hasil pengolahan data dan analisa menggunakan metode RULA yang dilakukan terhadap elemen kegiatan pada kegiatan pemisajahan cangkang Postur Kerja Duduk Pada Proses Pengaturan Awal Mesin Sebelum Dioperasikan Mendapat Skor 6 Yang Termasukdalam Level Resiko sedang

nilai metode rula

nilai postur kerja                     Hasil analisis menggunakan metode REBA dari hasil pengolahan data dan analisa yang di lakukan pada elemen kegiatan pemisahan cangkang kernel pada grub a yang mengcangkup punggung, leher dan kaki yang masing- masing mendapatkan skor : punggung 2, leher 2, kaki 3. Sedangkan untuk grub A yang terdiri dari lengan atas, lengan bawah, pergelangan tangan yang masing-masing mendapatkan skor: lengan bawah 2, lengan atas 3, pergelangan 2 kali/menit). Berdasarkan literatur, kegiatan tersebut memperoleh skor aktivitas. Skor REBA = Skor C + skor aktivitas = 6 + 1 = 7. Skor 7 pada Skor C menunjukkan bahwa perlu adanya tindakan dari PT. Steelindo Wahana Perkasa secepatnya untuk menghindari adanya keluhan musculoskeletal yang mungkin akan terjadi.    

metode reba

Hasil nilai metode                   Dari hasil analisa metode OWAS adalah tentang klasifikasi tingkat resiko pada kombinasi posisi didapatkan hasil yang termasuk pada kategori 1 yaitu : Pada sikap ini tidak ada masalah pada sistem musculoskeletal dan Tidak perlu ada perbaikan.

OWAS

Kesimpulan                             Dari ketiga hasil analisis ini penulis mengambil kesimpulan bahwa perlu adanya Evaluasi Di Karenakan meja dan kursi kerja ini sebelumnya tidak dilakukan pertimbangan terhadap konsep ergonomi, pekerja harus menyesuaikan duduk dengan meja untuk pada saat memilih kernel , posisi badan pekerja harus lebih tegap agar posisi melihat mesin dan objek kerja lebih rileks. Alternatif perbaikan alat kerja untuk permasalahan ini adalah dengan merancang kembali kursi kerja dengan ukuran kursi yang menyesuaikan rata-rata tinggi pekerja, sehingga postur kerja yang tidak nyaman dapat dikurangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar