Judul Analisis
tingkat ergonomic postur kerja karyawan di laboratorium KCP PT Steelindo Wahana Perkasa Dengan metode Rapid
Upper Limb Assessment (Rula), Rapid Entire Body Assessment (Reba) Dan Ovako
Working Posture Analisys (Owas)
Jurnal Jurnal Ilmiah
Teknik dan manajemen industri
Volume dan
halaman Vol.2, Hal 147-151
Tahun 2019
Penulis Mochamad
Imron
Reviewer M. Ali Mustofa
Tanggal 20 juni 2022
Deskripsi
permasalahan Pada
PT.Steelindo Wahana Perkasa unit kcp terdapat departemen analisis yang
diperuntukan menganalisis sample karnel, sample pko dan sample pke. Karyawan
laboratoriun unit kcp PT. Steelindo Wahana Perkasa bekerja dengan posisi
berdiri, dan duduk, jenis pekerjaan ini apabila dibiarkan akan menimbulkan
kelelahan ditambah lagi postur tubuh karyawan yang berbeda-beda, sehingga
konsentrasi karyawan akan menurun dan kinerja juga memungkin untuk ikut
menurun. Karena itulah peneliti tertarik untuk menganalisis postus kerja pada
petugas laboratorium unit kcp PT. Steelindo Wahana Perkasa
Tujuan
penelitian tujuan
penelitian ini untuk menganalisis postur kerja pada petugas laboratorium kcp
PT.Steelindo Wahana Perkasa saat ini dan mengevaluasi postur kerja yang
mempengaruhi pencapaian produktifitas dengan Metode RULA, REBA, dan OWAS di
laboratorium kcp PT.Steelindo Wahana Perkasa.
Metode dan
prosedur Metode
pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang
diteliti. Observasi dilakukan guna mendapatkan data postur tubuh tenaga kerja
dengan merekam ataupun pengambilan foto dari pekerja. Pengumpulan data dengan
cara melakukan tanya jawab dengan nara sumber yang terkait dengan penelitian
yang dilakukan, wawancara dilakukan pada sejumlah karyawan di bagian produksi
secara langsung di laboratorium kcp PT
dteelindo wahana perkasa. Dengan sampel di ambilah satu orang sesuai dengan
rata-rata tinggi badan yaitu M.hermosilo dengan tinggi badan 167 cm. Postur
kerja yang akan diteliti adalah postur kerja untuk melaksanakan kegiatan
analisis pada laboratorium kcp . Postur kerja yang dimaksud adalah Postur kerja
duduk pada elemen kegiatan melakukan pemisahan cangkang kernel untuk di
analisis kandungan cangkang dan pko yang terkandung pada biji kerjnel tersebut
Postur duduk
untuk Nilai dari
postur tubuh lengan atas (upper arm) hasilnya 1, lengan bawah (lower arm)
hasilnya 2, pergelangan tangan (wrist) hasilnya 3 dan putaran pergelangan
tangan (wrist twist) hasilnya 2 . Berdasarkan dari hasil pengolahan data dan
analisa menggunakan metode RULA yang dilakukan terhadap elemen kegiatan pada
kegiatan pemisajahan cangkang Postur Kerja Duduk Pada Proses Pengaturan Awal
Mesin Sebelum Dioperasikan Mendapat Skor 6 Yang Termasukdalam Level Resiko
sedang
nilai metode
rula
nilai postur
kerja Hasil
analisis menggunakan metode REBA dari hasil pengolahan data dan analisa yang di
lakukan pada elemen kegiatan pemisahan cangkang kernel pada grub a yang
mengcangkup punggung, leher dan kaki yang masing- masing mendapatkan skor :
punggung 2, leher 2, kaki 3. Sedangkan untuk grub A yang terdiri dari lengan
atas, lengan bawah, pergelangan tangan yang masing-masing mendapatkan skor:
lengan bawah 2, lengan atas 3, pergelangan 2 kali/menit). Berdasarkan
literatur, kegiatan tersebut memperoleh skor aktivitas. Skor REBA = Skor C +
skor aktivitas = 6 + 1 = 7. Skor 7 pada Skor C menunjukkan bahwa perlu adanya
tindakan dari PT. Steelindo Wahana Perkasa secepatnya untuk menghindari adanya
keluhan musculoskeletal yang mungkin akan terjadi.
metode reba
Hasil nilai
metode Dari hasil
analisa metode OWAS adalah tentang klasifikasi tingkat resiko pada kombinasi
posisi didapatkan hasil yang termasuk pada kategori 1 yaitu : Pada sikap ini
tidak ada masalah pada sistem musculoskeletal dan Tidak perlu ada perbaikan.
OWAS
Kesimpulan Dari ketiga
hasil analisis ini penulis mengambil kesimpulan bahwa perlu adanya Evaluasi Di
Karenakan meja dan kursi kerja ini sebelumnya tidak dilakukan pertimbangan
terhadap konsep ergonomi, pekerja harus menyesuaikan duduk dengan meja untuk
pada saat memilih kernel , posisi badan pekerja harus lebih tegap agar posisi
melihat mesin dan objek kerja lebih rileks. Alternatif perbaikan alat kerja
untuk permasalahan ini adalah dengan merancang kembali kursi kerja dengan
ukuran kursi yang menyesuaikan rata-rata tinggi pekerja, sehingga postur kerja
yang tidak nyaman dapat dikurangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar