Kamis, 28 Juli 2022

Tugas Proses Manufaktur Proses pembuatan penggaris besi

 

MAKALAH

MATA KULIAH PROSES MANUFAKTUR

PROSES MANUFAKTUR PRODUK

PENGGARIS BESI / LOGAM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Disusun Oleh :

 

M. Ali Mustofa                           202044500018

 

Kelas S4A

 

 

 

         

 

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

2022




KATA PENGANTAR

 

 

Puji Syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sederhana dan sedemikian rupa kami susun. Makalah ini membahasa tentang ‟Produk Penggaris Besi‟ dimana tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Proses Manufaktur yang diberikan oleh Bapak Aditya Herliawan selaku dosen mata kuliah Proses Manufaktur.

Selain itu kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang dan makalah inipun masih jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari para pembaca demi perbaikan dan pengembangan makalah ini.

 

 

 

 

Jakarta, 28 Juni 2022

 

                               

                                                                                          M. Ali Mustofa

 

                                                                  

                         

DAFTAR ISI

 Halaman

KATA PENGANTAR……………………………………………………..……. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………..…………ii

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….v

BAB I DESIGN PRODUCT……………………………………………………...1

A. Pendahuluan................................................................................................... ….1

B. Desain Produk................................................................................................ ….2

C. Cetakan Produk.............................................................................................. ….3

BAB II MATERIAL PENYUSUN.................................................................. ….4

A. Bahan Baku.................................................................................................... ….4

B. Stainless Steel................................................................................................ .....4

C. Alumunium..................................................................................................... ....6

BAB III PERENCANAAN ............................................................................. ....8

A. Tinjauan Pasar................................................................................................ ....8

B. Kebutuhan Produk Perbulan........................................................................... ....8

BAB IV PROSES PRODUKSI…………………………….…………………..10

A. Pemilihan Bahan Baku.................................................................................. ...10

B. Proses pengecoran logam............................................................................... ...12

C. Pengecekan Qulity Casting............................................................................ ...13

D. Proses Pemotongan Logam............................................................................ ...13

E. Proses pengamplasan...................................................................................... ...13

F. Proses Pengecekan go no go........................................................................... ...14

G. Proses printing................................................................................................ ...14

H. Proses Pelubangan dan Finishing................................................................... ...15

I. Proses Pengecekan  Qualiti Control................................................................ ...15

J. Proses Packing................................................................................................. ...16

K. Proses Packing............................................................................................... ...16

BAB V PENGENDALIAN KUALITAS........................................................ ..18

A. Jenis Quality Control..................................................................................... ..18

B. Proses Quality Kontrol................................................................................... ..18

BAB VI MANAGERIAL................................................................................. ..19

A. Pengoperasian Proses Produksi..................................................................... ..19

B. Jumlah Mesin................................................................................................. ..19

C. Jumlah Pekerja............................................................................................... ..19

D. Jumlah Waktu Pekerja................................................................................... ..19

BAB VII PEMASARAN.................................................................................. ..20

A. Selaras Dengan Perencanaan......................................................................... ..20

B. Target Pasar Dari Produk Penggaris Besi...................................................... ..21

C. Harga Kisaran Produk Penggaris Besi........................................................... ..22

BAB VIII DAFTAR PUSTAKA..................................................................... ..23

 

 

 

 

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar  1.1    Penggaris Siku ……………………………………….….….……2      

Gambar  1.2    Penggaris Untuk Memotong ……………………………………..2      

Gambar  1.3   Penggaris Logam 30 cm …….…………………..…………..…....3      

Gambar  4.1    Material aluminium steel ………………………….……………11      

Gambar  4.2    Proses Melting pada suhu tinggi…………………....…….……..11      

Gambar  4.3    Proses pencetakan plat besi……………………..………………12     

Gambar  4.4    plat besi ………………………………………..……………….12      

Gambar  4.5    plat besi setlah di potong ...………………….…..……….……..13 

Gambar  4.6    Proses Printing ………………………………………..….…….14      

Gambar  4.7    Pelubangan Penggaris ………..…………..……..…..………….15   

Gambar  4.8    Packing…………………………………………..…..…...…….16   

Gambar  4.9    Packing Kardus……………………………….....…...…...…….16   

 

 

 

 

 

 

BAB 1

DESAIN

 

A. Pendahuluan

Dalam kehidupan sehari hari, penggunaan Penggaris sangat digunakan baik anak sekolah,pekerja,bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat lepas dengan benda satu ini yaitu penggaris. Di era kemajuan zaman dan seiringnya kemajuan ilmu teknologi penggaris semakin hari semakin di rancang agar memenuhi kebutuhan pelanngannya. Penggaris atau mistar adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Terdapat berbagai macam penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.

 Penggaris pertama kali digunakan oleh masyarakat peradaban Lembah Indus pada tahun 1500 SM.Alat pengukur ini terbuat dari gading yang ditemukan selama penggalian. Pada penggaris pertama telah terdapat ukuran desimal di dalamnya. Para ahli mengatakan bahwa penggaris kuno ditemukan oleh orang-orang dari peradaban Lembah Indus sekitar 1500 SM, tetapi beberapa yang lain mengatakan sudah lebih dahulu ditemukan, bukti-buktinya di kawasan Lothal (dari masa 2400 SM). Ada juga literatur lain yang mengatakan bahwa penggaris ditemukan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Napier berupa penggaris geser dibuat pertama kali dibuat di Inggris tahun 1632. Pengukuran panjang dengan penggaris diawali dengan menempatkan satu ujung penggaris secara sejajar dengan salah satu ujung benda yang akan diukur. Setelah itu, baca angka pada skala yang berimpitan dengan ujung kedua benda. Panjang benda yang diukur berada pada skala pengukuran.

Penggaris logam adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus yang terbuat dari Aluminium/Stainless Steel. Penggaris biasa dipakai untuk mengukur benda-benda yang berbidang datar dengan dimensi yang standar atau kecil. Satu dari macam-macam alat ukur panjang ini biasanya dipakai untuk menggambar garis atau bidang lurus.  Ada dua jenis penggaris logam dengan material berbeda yang bisa Anda pilih, yaitu yang berbahan dasar aluminium dan stainless steel. Keduanya memiliki perbedaan dalam hal ketebalan (tampilan fisik) dan kekuatan (daya tahan). Penggaris logam stainless memang cenderung lebih tipis, namun penggaris aluminium jauh lebih ringan. Dari segi kekuatan, penggaris yang terbuat dari stainless jauh lebih kuat sehingga lebih tahan lama. Biasanya, jenis penggaris ini juga sering digunakan untuk merobek atau memotong kertas tanpa bantuan cutter/gunting.

 

 

 

 

 

 

 

B. DESAIN PRODUK

            Berikut beberapa jnis penggaris berdasarkan jenis dan fungsinya yaitu:

1. Penggaris siku, menandai sudut perkiraan dan bidang potong dengan cepat

 

 

           

 

 

 

 

                                                    Gambar 1.1 Penggaris Siku

 

 

       Penggaris siku atau siku ukur sangat berguna untuk menandai sudut perkiraan dan bidang potong. Jenis ini banyak digunakan dalam bidang pertukangan. Tidak heran, produk yang berbahan stainless steel dan aluminium lebih banyak beredar di pasaran. Umumnya terdapat dua model penggaris siku di pasaran yaitu yang dilengkapi dan tidak dilengkapi dengan busur pengukur sudut.

 

2. Penggaris untuk memotong dan merobek, membantu pekerjaan cutting

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                       

Gambar 1.2 Penggaris Untuk Memotong

      Penggaris untuk memotong memiliki bentuk yang sama dengan penggaris pada umumnya. Penggaris ini terbuat dari akrilik dengan pinggiran berbahan stainless steel untuk mencegah goresan pada penggaris saat digunakan. Ada juga yang seluruhnya terbuat dari stainless steel. Penggaris ini juga memiliki berbagai tingkat ketebalan untuk mencegah tangan Anda terkena cutter.

      Selain itu, penggaris dengan bobot yang berat akan membantu Anda memotong kertas tanpa bantuan cutter atau gunting. Bobotnya berguna untuk mencegah kertas menjadi miring pada saat disobek. Anda dapat memilih penggaris dengan tepi yang tajam dan memiliki kemiringan yang sesuai untuk menghasilkan potongan kertas yang sempurna.

 

3. Penggaris logam yang tahan lama dan awet yaitu penggaris logam

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                     Gambar 1.3 Penggaris Logam 30 cm

     Ada dua material yang biasa digunakan untuk membuat penggaris logam yaitu stainless steel dan aluminium. Selain kuat dan awet, garis-garis skalanya pun tidak mudah hilang. Khususnya penggaris berbahan stainless steel yang terbilang kuat, cocok Anda gunakan sebagai alat bantu untuk merobek atau memotong kertas.

    Di sisi lain, bahan aluminium lebih ringan dan lebih nyaman digunakan dibandingkan dengan penggaris berbahan stainless steel. Namun, materialnya tidak sekuat stainless steel dan bisa saja pecah ketika terjatuh. Untuk menanggulangi hal tersebut, Anda dapat memilih penggaris aluminium yang tebal.

C. CETAKAN PRODUK

     Penggaris logam di buat dari material stainless steel yang bahannya anti karat mulai dari bahan baku berbentuk serpihan debu kemudian di olah dalam tengki bersuhu tinggi sampai menjadi cairan kemudian di masukan ke dalam cetakan mesin yang setelah keluar menjadi plat besi Panjang.

     

 

 

 

 

BAB 2

MATERIAL PENYUSUN

A. Bahan Baku

     Dalam pembuatan penggaris besi atau logam ini ada dua material yang biasa digunakan untuk membuat penggaris logam yaitu stainless steel dan aluminium. Selain kuat dan awet, garis-garis skalanya pun tidak mudah hilang. Khususnya penggaris berbahan stainless steel yang terbilang kuat, cocok Anda gunakan sebagai alat bantu untuk merobek atau memotong kertas.

B. Stainless Steel

     Stainless steel adalah paduan besi dan karbon yang tersusun dari penambahan campuran kromium (Cr) dan elemen paduan lainnya seperti nikel (Ni). Stainless steel atau biasa disebut baja tahan karat adalah istilah umum yang mengacu pada berbagai jenis baja. Seperti semua jenis baja lainnya, stainless steel merupakan paduan dari besi dan karbon yang terjadi dalam proses dua tahap. Pada tahap pertama menggunakan sistem EAF atau Electric Arc Furnace untuk melelehkan scrap dan ferro alloy berkarbon tinggi sebagai bahan murah sumber krom, lalu lelehannya disempurnakan dengan proses yang menggunakan alat AOD atau Argon Oxygen Decarburizer, di tahap kedua ini kandungan Karbon dan pengotor lainnya akan hilang. Yang membedakan Stainless Steel adalah penambahan kromium (Cr) dan elemen paduan lainnya seperti nikel (Ni) untuk membuat produk tahan korosi. Paduan besi dengan minimal 12% Chromium.

A.) Jenis Jenis Stainless Steel

     Berdasarkan struktur mikro, klasifikasi Stainless Steel dibagi menjadi Stainless Steel feritik, Stainless Steel martensitik, Stainless Steel austenitik, disamping itu dibandingkan dengan Stainless Steel duplex dan Stainless Steel pengerasan presipitasi.

1.      Stainless Steel Feritik

     Baja paduan jenis ini juga memiliki struktur Kristal BBC. Kandungan kromium dari paduan jenis ini berkisar antara 10,5% hingga 30%. Jenis paduan ini biasanya mengandung: molibdenum, silikon, aluminium, silikon, titanium dan niobium untuk menghasilkan karakteristik tertentu.Stainless Steel jenis ini bersifat non-magnet, memiliki sifat ulet dan sifat mampu bentuk yang baik. Namun pada temperatur tinggi resistansi akan menurun dan lebih rendah dari Stainless Steel austenitik. Selain itu, ketangguhan hanya bagus pada suhu rendah.Jenis Ferritic SS dibuat dari komposisi chromium (10.5% -29%), molybdenum, alumunium, titanium dan sedikit nikel. Resistensi terhadap jenis koreksi ini tidak sebaik austenitik. Namun, itu masih lebih baik daripada martensitic.

 

2.      Stainless Steel Martensitik

     Ia memiliki struktur kristal kubik berpusat tubuh (BCC) yang menyimpang dari kondisi yang mengeras. Ini memiliki pengerasan dan ketahanan korosi hanya dalam kondisi lingkungan korosit sedang. Stainless Steel ini mengandung chromium yaitu 10.5% sampai 18% dan kandungan karbonnya bisa mencapai 1.2%. Kadar krom dan karbon yang cukup tinggi menyebabkan terbentuknya struktur martensit setelah pemanasan. Martensitik mengandung 10,5% -18% kromium, 2% nikel, dan karbon dalam jumlah besar. Bahan lain dari martensit adalah: molibdenum, niobium, silikon, tungsten, vanadium dan lain-lain. SS jenis ini masih kurang mampu mencegah terjadinya korosi, apalagi dibandingkan dengan dua jenis sebelumnya. Namun, kekuatan dan ketangguhan Stainless Steel ini bagus. Itulah mengapa SS jenis ini banyak digunakan untuk pembuatan pisau, alat gerinda dan lain-lain. Beberapa tipe pada seri SS 400 termasuk dalam kategori martensitik, misal: tipe seri 403, 410, 414, 416, 420, 431 dan 440.

 

3.      Stainless Steel Austenitik

     Ia memiliki kekuatan, ketangguhan, keuletan, kemampuan bentuk yang baik. baja anti karat jenis ini memiliki struktur kristal face-centered cubic (FCC). Struktur kristal ini terbentuk karena adanya penambahan unsur-unsur paduan austenit seperti nikel, mangan dan nitrogen. Jenis Stainless Steel ini tidak bersifat magnetis dalam kondisi anil dan hanya dapat dikerjakan secara dingin.

     Austenitik terdiri dari berbagai bahan, yaitu kromium 16%, nikel 7%, dan nitrogen. Sifat-sifat austenitik SS adalah: memiliki kekuatan dan ketahanan terhadap suhu (baik suhu tinggi maupun rendah) dan memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap korosi daripada jenis feritik dan martensitik. enis-jenis seri SS yang termasuk dalam kategori austenitik adalah seri SS 300 dan seri SS 200. Perbedaan pada seri ini dipengaruhi oleh perbedaan komposisi metalurgi yang pada akhirnya memiliki karakteristik yang berbeda pula.

 

4.      Stainless Steel Duplex

     Stainless Steel jenis ini memiliki struktur campuran antara BBC ferrite dan FCC austenite. Hubungan komposisi antara keduanya dipengaruhi oleh komposisi logam dan proses perlakuan panas yang diperoleh. Namun dalam kondisi anil, hubungan antara kedua fase tersebut seimbang. Sifat ketahanan korosi dari jenis Stainless Steel ini mirip dengan Stainless Steel austenitik dalam elemen paduan yang serupa, tetapi memiliki kekuatan tarik dan elastis yang lebih tinggi. Stainless Steel jenis ini merupakan hasil “perkawinan” antara jenis yang otentik dan jenis feritik. Oleh karena itu, karakteristiknya hampir mirip dengan autonitik dan feritik.

     Kemampuan duplex untuk mencegah korosi mirip dengan autenitik. Sedangkan kekokohan SS berada di antara autenitik dan feritik. Namun, SS ini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap retak korosi tegangan daripada seri autenitik.Stainless steel ini biasa dimanfaatkan dalam industri petrokimia, industri kertas dan pembuatan komponen kapal.

 

5.      Precipitation – Hardening Stainless Steel

     Jenis ini memiliki unsur-unsur peningkat kekerasan seperti tembaga, aluminium atau titanium. Dalam kondisi anil, mikrostruktur Stainless Steel jenis ini dapat bersifat austenitik atau martinistik.

 

 

 

 

A. Kelebihan Dan Kekurangan Stainless Steel

1.Anti Korosi

2.Kuat Pada Suhu Rendah dan Tinggi

3. Produksi Pembuatan Muah

4. Tidak mengeluarkan banyak biaya

5. Tampilan yang modern

6. Higienis

7. Perawatan mudah

 

B. Kekurangan Stainless Steel

1. biaya mahal di awal

2. Sulit dalam mengelas

C. Alumunium

      Alumunium adalah logam yang memiliki kekuatan yang relative rendah dan lunak. Alumunium merupakan logam yang ringan dan memiliki ketahanan korosi yang baik, hantaran listrik yang baik dan sifatsifat lainnya. Umumnya alumunium dicampur dengan logam alinya sehingga membentuk alumunium paduan. Materil ini dimanfaakan bukan saja untuk peralatan rumah tangga, tetapi juga dipakai untuk kerperluan industr, kontruksi, dan lain sebagainya (surdia, 1992).

Unsur-unsur paduan alumunium

a. Copper (Cu), menaikkan kekuatan dan kekerasan, namun menurunkan elongasi (pertambahan panjang pangjangan saat ditarik). Kandungan Cu dalam alumunium yang paling optimal adalah antara 4-6%.

b. Zink atau Seng (Zn), menaikkan nilai tensile.

c. Mangan (Mn), menaikkan kekuatan dalam temperature tinggi.

d. Magnesium (Mg), menaikkan kekuatan alumunium dan menurunkan nilai ductility-nya. Ketahanan korosi dan weldability juga baik.Silikon (Si), menyebabkan paduan alumunium tersebut bisa diperlakukan panas untuk menaikkan kekerasannya.

e. Lithium (Li), ditambahkan untuk memperbaiki sifat tahan oksidasinya.

Jenis-Jenis Alumunium

a)      Jenis Alumunium seri 1XXX : Alumunium ini memili kandungan 99% alumunium dankemurnian paling tinggi di antara tipe lain. Alumunium ini paling banyak di gunakan pada dunia kelistrikan dan industri kimia.

b)      Jenis Alumunium seri !XXX : Alumunium ini mengandung 2,5%-5% Cu. Alumunium inimampu menghasilkan kekuatan yang sangat tinggi ketika di lakukan heat treatment. Akantetapi alumunium tipe ini tidak di produksi untuk tahan terhadap korosi. Alumunium inidi gunakan pada industri penerbangan yaitu untuk pembuatan pesa%at terbang.

c)      Jenis Alumunium seri &XXX : Alumunium ini unsur kimia yang yang dominan adalahmangan yaitu sekitar 1,5%. Alumunium tipe ini memiliki kekuatan yang baik tapi tidakterlalu tinggi dan mudah untuk di kerjakan dengan mesin.

d)      enis Alumunium seri 'XXX : Paduan Al-Si sangat baik kecairannya, yang mempunyai permukaan yang sangat bagus, tanpa kegetasan panas, dan sangat baik untuk paduancasting. )ebagai tambahan, paduan ini memiliki ketahanan korosi yang baik, sangatringan, koe*isien pemuaian yang sangat kecil, dan sebagai penghantar panas dan listrikyang baik. +arena memiliki kelebihan yang baik, paduan ini sangat banyak dipakai.Alloy jenis ini tidak bisa di heat treatment.

e)      Jenis Alumunium seri 3XXX: Aluminium tipe ini menyebabkan keseimbangan binersemu dengan senya%a antar logam MgZn2 dan kelarutannya menurun apabilatemperaturnya turun. 0elah diketahui sejak lama bah%a paduan sistem ini dapat dibuatkeras sekali dengan penuaian setelah perlakuan pelarutan. 0etapi sejak lama, tidakdipakai sebab mempunyai si*at patah getas oleh retakan korosi tegangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PERENCANAAN

 

A.Tinjauan Pasar

   Peramalan berasal dari kata ramalan yang dapat diartikan sebagai suatu kondisi, yang akan  terjadi  di  masa  depan  yang  dilakukan  dengan  cara  pengujian  dari  masa  lalu  dan peramalan adalah bentuk dari kegiatannya.  Metode peramalan juga merupakan sebuah cara untuk memperkirakan sesuatu yang akan terjadi di masa  depan  menggunakan data yang terkait  dengan masa  lalu dengan cara kuantitatif, dengan kata lain peramalan memiliki sifat objektif. Dalam suatu peramalan baik atau  tidaknya  peramalan tersebut  selain melalui  inforamsi juga  dapat di  tentukan melalui kelengkapan dan  baik tidakny  informasi yang  di  dapatkan, selama  data yang  di dapatkan kurang  meyakinkan ataupun  kurang  lengkap  maka  hasil  dari peramalaan  tersebut  kurang dapat dipercaya dan hasil yang di dapatkan pun tidak akan memuaskan oelh karena itu suatu teknik peramalan  juga sangat di tentukan oleh beberapa hal :

1.  Penguasaan dalam  mengetahui teknik  dan mengumpulkan  data (informasi)  dari masa lalu , yang dimana data tersebut bersifat kuantitatif.

2. Menggunakan metode dan teknik yang tepat  yang sesuai dengan pola data yang telah kita dapatkan.

     Dalam   gambaran perkembangan pada masa lalu dan masa yang akan datang dapat kita peroleh dari hasil analisa data yang  kita dapat dari hasil penelitian yang kita lakukan , sedangkan untuk perkembangan di masa yang akan datang  ( masa depan) adalah perkiraan tentang apa yang akan terjadi. Dengan demikian peramalan dapat di katakan sangat penting dan di butuhkan dalam suatu penelitian dan ketepatan dalam suatu penelitian juga merupakan suatu  hal  yang  penting,  walaupun  kita  ketahui  dalam  suatu  peramalan  pun  pasti  ada kesalahannya dari peramalan tersebut.

     Untuk penggaris logam biasanya di butuhkan di perkatoran dan mahasiswa Teknik yang lebih membutuhkan penggaris besi atau logam karena biasanya anak sekolah SD dampai SMA biasanya mengunakan penggaris plastic yang harganya jauh lebih murah di bandingkan penggaris logam walaupun ada beberapa pelajar yang ada mengunakan penggaris logam. Karena penggaris logam lebih awe penggunaanya dan bisa multi fungsi seperti memotong kertas dan lain lain.

 

B. Kebutuhan Produk Perbulan

    Dengan perkembangan zaman seiring dengan perkembangan ilmu teknologi kini masyarakat lebih memilih produk yang awet dan berkualitas dan multifungsi seperti penggaris logam. Penggaris logam lebih diminati bagi kaum kantoran dan mahasiswa karena lebih awet dan tidak mudah patah seperti penggaris plastic biasanya, hal ini menyebabkan perusahaan penggaris logam harus memproduksi lebih banyak dan berkualitas untuk kebutuhan pasar jika misal tiap took dapat menjual sekitar 20 penggaris dalam bulan dan satu bulan penggaris logam yang Panjang 30 cm dan 60 cm di bandrol dengan harga kisaran Rp 3000,00 sampai Rp 33.000,00 tergantung Panjang penggaris dan mereknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PROSES PRODUKSI

     Pada kegiatan proses produksi pembuatan pengaris logam, ada beberapa tahapan atau urutan pembuatannya. mulai dari pemilihan raw material sampai di hasilkan produk penggaris logam yang siap di gunakan sampai ke masyarakat.

Tahapannya yaitu :

1. Pemilihan raw material (bahan baku)

2. Proses pengecoran logam

3. Proses Pengecekan Quality Casting

4. Proses pemotongan logam

5. proses pengamplasan

6. Proses Pengecekan GO NO GO

7. Proses Printing

8. Pross Pelubangan dan Finishing

9. Proses pengecekan Quality control

10. Proses Packing

11. Proses Packing Kardus.

 

A. Pemilihan Bahan Baku

    Pemilihan bahan baku merupakan tahap awal yang sangat penting karena pada tahap ini dapat di tentukan tingkat kualitas produk penggaris logam sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Penggunaan bahan baku ini juga sangat berpengaruh terhadap hasil dari produk penggaris logam.

B. Proses pengecoran logam

    Pada proses ini ada beberapa tahapan diantaranya ketika material masih dalam keadaan debu,serpihan aluminium sebelum di panaskan. Seperti gambar dibawah.

Gambar 4.1 Material aluminium steel

    Setelah proses tersebut maka material dalam keadaan serpihan aluminium tersebut di masukan kedalam tank panas yang akan diolah mencadi cairan panas.seperti gambar di bawah ini.

Gambar 4.2 Proses Melting pada suhu tinggi

    Pada proses ini material yang dalam keadaan serpihan tadi di masukan ke dalam tank panas pada suhu tinggi agar material lebur menjadi cairan agar memudahkan pada saat percentakan.setelah itu proses pencetakan menjadi plat strip panas.

Gambar 4.3 Proses pencetakan plat besi

   Pada proses ini ketika material panas keluar dari tank panas kemudian masuk ke pencetakan otomatis yang berbentuk palt pancang yang masih panas kemudian di kasih air pendingin agar material dingin.

 

Gambar 4.4 plat besi

   Pada proses ini plat besi yang sudah di proses pendinginan dan pengerasan yang sudah menjadi plat besi logam dan lebar kemudian akan melakukan proses pemotongan.

 

Gambar 4.5 plat besi setlah di potong

     Proses pemotongan dilakukan dengan mesin agar lebih efisien dan efektif sebelum di potong potong panjangnya sesuai uuran penggaris.

 

C. Pengecekan Qulity Casting

   Pada Proses ini pekerja mengecek cairan melting yang sudah di campur dan di aduk dengan komponen lainnya dan di ambil sampelnya dengan cara mengambil cairan dengan cup besi kecil kemudian di ambil lalu diamkan agar mengeras setelah itu kita potong cetakan tadi menjadi 2 bagian lalu kita lihat tengahnya apakah ada porosity atau tidak jika tidak ada porosity berarty lanjut prossnya jika ada porosity atau cacat maka proses berhenti dan material yang sudah kecetak maka di Tarik dan di masukan ke tungku panas meltng untuk di daur ulang.

 

D. Proses pemotongan Logam

    Pada proses ini setelah lempengan besi yang sudah di cetak tipis Panjang setelah itu kita potong panjangnya dengan ukuran sesuia kebutuhan penggaris logam. Jika penggarisnya ukuran 30 cm maka kita potong plat besi tersesbut dengan ukuran per 30 cm.

 

E. Proses pengamplasan

    Pada proses ini setelah plat besi di potong kita melakuakan penghalusan agar bekas pemotongan dari proses sebelumnya tidak terlihat atau lebih rapi. Pada penghalusan ini menggunakan mesin sander belt agar bekas pemotongan lebih halus dan tanpa mengurangi kepresisian plat besi. Setelah di amplas kita melakukan pegecekan masih sama atau tidak ukurannya sebelum melakukan ke proses berikutnya.

 

 

F. Proses Pengecekan go no go

    Pada proses ini team quality mengecek ukuran aluminium sesuai ukuran yang di butuhkan tebal dan Panjang missal pada penggaris logam ukuran 30 cm dan tebal 0,5 mm. Pengecekan menggunakan pokayoke atau go no go atau alat yang tingggal menepatkan suatu penggaris ke tempat gonogo tersebut jika penggaris masuk berarti masih dalam standard. Pengecekan dilakukan 100 %.

G. Proses printing

    Pada proses printing ini menggunakan mesin printing cnc jadi tinggal mengikuti setingan setelah itu taruh plat besi tadi di tempat ragum atau dalam mesin lalu kita menekan tomol yang ada dimesin setelah iu mesin akan bejalan otomatis membentuk tulisan di atas palt besi yang akan menuliskan isi dari penggaris. Setelah selesai mesin akan otomatis berhenti otomatis.

    Setelah selesai pengecekan ke qualitu control agar penggaris sesuai ukuran atau ada yang rijek.

4.6 Proses Printing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

H. Proses Pelubangan dan Finishing

 

Gambar 4.7 Pelubangan Penggaris

 

   Pada proses ini membutuhkan proses pengeboran dengan mesin bor dengan mata bor ukuran 5 mm HSS untuk pelubangan pada ujung penggaris dan perapihan pada sisi-sisi penggaris.

 

I. Proses Pengecekan  Qualiti Control

  Pada proses ini team qc melakukan pengecekan sampel 1 pcs perjam dengan ketentuan sampel 1 pcs untuk 1 type jadi untuk penggaris logam ada 5 type atau ukuran yaitu dengan ukuran Panjang 15 cm, 30 cm, 40 cm, 60 cm dan 100 cm. serta bagian yang di cek itu meliputi ukuran Panjang, tebal, lebar, tingkat kekerasan, dan tingkat kekuatan bahan. Untuk pengecekan ukuran menggunakan alat ukur micrometer dan untuk mengecek kekuatan bahan dan tingkat kekerasan menggunakan mesin thiknees.

 

 

 

 

 

 

J. Proses Packing

Gambar 4.8 Packing

 

    Pada proses ini operator packing memasukan penggaris logam ke kardus kecil yang isinya I pack isi 12 pcs penggaris logam. Penggaris logam tersebut sebelum di masukan ke kardus isi 12 pcs di masukan ke plastic satu per satu dulu.

 

K. Proses Packing

Gambar 4.9 Packing Kardus

    Pada proses ini penggaris logam yang sudah di masukan ke kardus kecil tadi kemudian di packing ke kardus besar agar mempermudah pembawaannya dan lebih rapi kemudian penggaris logam di simpan di Gudang dan siap untuk di distribusikan ke Gudang cabang yang nantinya akan di kirim dan di distribusikan ke toko-toko.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENGENDALIAN KUALITAS

     Setiap industri pembuatan Penggaris Logam memiliki persaingan yang kuat, baik tingkat  nasional maupun internasional, maka perusahaan harus mampu mengelola sumber  daya yang dimiliki secara optimal dan membuat upaya perbaikan agar lebih efisien dan efektif. Tidak jarang dalam proses pembuatan Penggaris Logam, ditemukan banyaknya cacat  hasil produksi yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bahan baku yang kurang tepat, Mesin yang bermasalah, dan sebagainya.  Dengan adanya cacat produksi, maka kerugian pada perusahaan sangat besar. Penggaris Logam secara fisik dikatakan cacat apabila Penggaris Logam tersebut tidak memenuhi standart, seperti  adanya cacat material, ukuran tidak presisi, dan Patah. Penggaris Logam ini bisa dikatakan reject dan akan leburkan lalu didaur ulang kembali.

     Industri pembuatan penggaris logam dapat menentukan standar kualitas, proses dan prosedur internal masing-masing dan mengembangkannya dari waktu ke waktu. Proses untuk memastikan semua pihak yang berkepentingan tersebut mengikuti dan mematuhi standar dan prosedur yang telah ditentukan ini disebut dengan proses pengendalian kualitas atau Quality Control (QC). Tujuan utama Quality Control adalah memastikan bahwa produk yang akan dikirimkan ke pelanggan adalah bebas dari cacat dan dapat diterima sesuai dengan persyaratan kualitas yang ditentukan. Jika ditemukan produk yang cacat maka diperlukan tindakan perbaikan yang sesuai.

 

A. Jenis Quality Control

     Jenis Quality Control pada proses pembuatan penggaris logam ini ada 3 jenis yaitu Quality Control Casting, Quaality Control Cek visual menggunakan Go No Go, dan pengecekan terakhir Quality Control setelah produk jadi. Untuk quality control menjadi satu keatuan departemen agar memudahkan standard quality dan komunikasi antar proses.

B. Proses Quality Control

    Pada proses pengecekan ada tiga proses dalam pengecekan yaitu untuk quality Control Casting tugasnya yitu mengecek material yang masih proses peleburan atau material belum jadi, komponen yang di cek yaitu pengecekan quality, tingkat kekerasan, dan visual pada suatu material. Tujuannya adalah jika ada cacat produksi maka akan segera tertangani dan dapat mengurangi cacat banyak padak proses selanjutnya.

    Setelah itu ada quality control go no go yaitu qulity control yang bertugas mengecek komponen setengah jadi dari penggaris logam, komponen yang di cek yaitu di mensi dan visual serta pengecekan bukan menggunakan alat ukur melainkan menggunakan go no go yang telah di buat industri itu sendiri menggunakan standart yang telah ditentukan dan mengecek visual dari komponen penggaris logam seperti printing terlihat jelas dan untuk pengecekan ini material atau penggaris logam di cek 100%.

    Dan yang terakhir adalah pengecekan Quality Control setelah penggaris logam sudah jadi dan utuh untuk komponen yang di cek yaitu dimensi dan visualnya seperti ukuran tebal,Panjang dan lebar serta visualnya seperti printing dan label merk terlihat jelas dengan standart toleransi yang telah di buat oleh pabrik penggaris logam itu sendiri.

BAB VI

MANAGERIAL

A. Pengoperasian Proses Produksi

     Perencanaan pada fungsi produksi atau operasi barang yang sudah selesai diproduksi sebelum dikirim atas permintaan konsumen akan disimpan digudang terlebih dahulu dan tidak adanya waktu pengiriman tertentu untuk setiap wilayah. Waktu untuk pengiriman barang sesuai dengan permintaan konsumen. Pengorganisasian dalam fungsi produksi dan operasi ini adalah terdapat pembagian  kerja yang jelas yaitu bagian pabrik, gudang, dan pengiriman barang. Pada tahap pengarahan ini menurut manager produksi dan karyawan produksi, pengarahan dilakukan dengan evaluasi kinerja setiap seminggu sekali agar tidak terjadi  kesalahan selama proses produksi berlangsung. Pada tahap pengontrolan, karyawan produksi mengatakan bahwa pengontrolan hasil kualitas produksi dilakukan saat jam kerja berlangsung. Pada bagian produksi, evaluasi karyawan akan dilihat berdasarkan kecepatan pengerjaan dan ketepatan hasil pengerjaan. Untuk karyawan bagian gudang, evaluasi dilakukan dengan melihat apakah ada barang yang hilang atau rusak ketika barang tersebut berada di gudang. Sedangkan untuk karyawan di bagian pengiriman, evaluasi dilihat berdasarkan biaya yang dibutuhkan untuk pengiriman tersebut dan pengiriman yang sesuai dengan permintaan konsumen.

B. Jumlah Mesin Produksi

     Jumlah mesin yang di pakai untuk memproduksi penggaris logam yaitu sebanyak 7 mesin diantaranya, mesin thickness, mesin pemotong, mesin sander, Mesil melting, mesin Bor, conveyor, dan mesin printing

C. Jumlah Pekerja

     Jumlah pekerja pada usulan untuk masing masing-masing proses produksi di perusahaan penggaris logam yaitu mesin pemotong sebanyak 3 orang, mesin sander 3 orang, operator Quality Control sebanyak 8 orang, mesin printing sebanyak 6 orang, packing sebanyak 6 orang, PPIC sebanyak 12 orang, packing kardus sebanyak 6 orang.

D. Jumlah Waktu Kerja

     Waktu standar proses produksi Penggaris Logam dengan kapasitas produksi perusahaan 5000 pack, dimana untuk stasiun Pemotongan waktu standar sebesar 1403,86 menit, satasiun melting waktu standar sebesar 15885,467 menit, stasiun Sander waktu standar sebesar 9.914 menit, stasiun Printing waktu standar sebesar 1213,71 menit, satasiun mesin bor waktu standar sebesar 1855,467 menit, satasiun packing waktu standar sebesar 12875,467 menit, , stasiun packing Kardus besar waktu standar sebesar 565,05 menit.

 

 

 

 

 

 

BAB VII

PEMASARAN

A. Selaras Dengan Perencanaan

    Terdapat 7 fungi pemasaran yang akan dilakukan :

1)      Analisis Konsumen

Dalam tahap analisis konsumen ini produsen Penggaris Logam melakukan survey lapangan yang dilakukan oleh tenaga salesmannya. Adapun target yang ditetapkan oleh perusahaan penggaris logam ini adalah kalangan menengah ke bawah hingga kalangan menengah ke atas.

2)      Penjualan produk/jasa

Penjualan produk yang dilakukan oleh produsen Penggaris Logam yaitu berupa promosi setiap pembelian minimal 20 dos akan mendapatkan free 2 dos untuk pelanggan baru yang berlaku untuk semua jenis merk. Sementara untuk pelanggan lama diberikan potongan harga sebesar 15% setiap pembelian

minimal 40 dos.

3)      Perencanaan produk dan jasa

Perencanaan produk dilakukan pada aspek-aspek seperti berikut:

a) Perusahaan melakukan pengemasan barang (packaging) yang diinovasi setiap 6 bulan sekali.

b) Perusahaan tidak memberikan garansi kepada konsumen namun memberikan penanganan komplain dengan mengganti produk yang cacat.

c) Perusahaan memiliki kualitas produk yang baik.

d) Perusahaan memberikan layanan konsumen dengan mendatangi agen dan distributor untuk menjaga hubungan baik dengan mereka.

4)      Penetapan harga

Proses penetapan harga Penggaris Logam pada produsen Penggaris Logam ini ditentukan dengan mempertimbangkan harga pasaran dan juga kualitas produk itu sendiri.

5)      Distribusi

Saluran distribusi yang yang digunakan oleh produsen Penggaris logam ini dikirim langsung oleh perusahaan sendiri dengan menggunakan mobil pick up untuk seluruh wilayah menggunakan kapal dengan jasa ekspedisi.

6)      Riset Pemasaran

Riset pemasaran yang dilakukan dalam perusahaan ini dilakukan menggunakan 2 cara. Pertama, salesman atau manager pemasaran yang bertanya ke agen dan distributor lain untuk mengecek kualitas produk mereka. Jika cara pertama ini tidak berhasil, maka dilakukan cara kedua yaitu dengan membeli produk agen dan distributor lain.

7)      Analisis Peluang

Dalam analisis peluang produsen Penggaris logam memperhitungkan biaya transportasi dalam memasarkan produk. Manfaat yang diperoleh adalah perusahaan dapat memahami pangsa pasar yang berpotensi dan menambah pelanggan  baru sedangkan resiko yang didapat adalah tidak semua agen dan distributor bisa menerima produk perusahaan.

   Dalam tahap perencanaan strategi yang digunakan produsen Penggaris Logam adalah dengan menawarkan dari toko ke toko untuk mencari pelanggan baru. Rencana ke depan yang akan dilakukan adalah meningkatkan omzet penjualan melalui penambahan salesman dan memperluas daerah pemasaran. Pengorganisasian pada fungsi pemasaran ini sudah berjalan cukup baik karena manager pemasaran dan dibantu oleh karyawan pemasaran (salesman) yang ada selalu menjalankan tugas dengan baik. Salesman selalu siap ditugaskan ke luar untuk mencari pesanan ke agen dan distributor. Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan cukup berhasil karena tidak adanya mis komunikasi yang terjadi antara kedua belah pihak. Pembagian tugas antar bagian juga sudah jelas. Dalam aspek pengarahan pemasaran yang telah dilakukan oleh produsen Penggaris Logam ini, manager pemasaran memberikan pengarahan kepada salesman agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan omzet setiap bulan tercapai. bagian pemasaran mengetahui tujuan pemasaran dari target yang ditentukan oleh perusahaan dan mereka mendapatkan komisi atas target yang berhasil dicapai. Untuk pengontrolan kegiatan pemasaran, yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efektivitas kinerja karyawan yaitu 31 melalui motivasi. Menurut manager pemasaran dan salesman melakukan pengawasan terhadap pengadaan Penggaris logam yaitu dengan melakukan pengecekan harga dan kualitas produk pesaing. Dalam mengevaluasi hasil pemasaran dengan rencana dalam produsen penggaris logam manager pemasaran mengatakan bahwa dilakukan dengan melihat dari jumlah pesanan dan target yang sudah ditetapkan ke salesman.

 

B. Target Pasar Dari Produk Penggaris logam

     Pertumbuhan produksi industri Penggaris Logam dan barang dari logam di seluruh wilayah juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan industri Penggaris Logam dan barang dari Logam mengalami peningkatan terhitung sejak triwulan I pada tahun 2012 yang meningkat sebesar 0,84% dibandingkan tahun 2011 pada industri manufaktur besar dan sedang. Sama halnya ditinjau dari industri manufaktur mikro dan kecil, pertumbuhan industri Penggaris Logam dan barang dari logam juga mengalami peningkatan produksi terhitung sejak triwulan I pada tahun 2012 yaitu sebesar 14,78% dibandingkan pada tahun 2011. Prospek yang luas dan dukungan pemerintah tersebut dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk melakukan pengembangan usahanya. Untuk itu produsen Penggaris perlu meningkatkan kinerjanya dengan menerapkan strategi yang tepat agar perusahaan memiliki keunggulan bersaing sehingga dapat menuntun perusahaan menjadi semakin berkembang.

 

 

 

C. Harga Kisaran Produk penggaris logam

    Harga merupakan komponen penting atas suatu produk, karena akan berpengaruh terhadap keuntungan produsen. Harga juga menjadi pertimbangan konsumen untuk membelinya, sehingga perlu pertimbangan khusus untuk menentukan harga tersebut.

       Harga kisaran produk Penggaris Logam merk joyko yang akan dijual di berbagai toko kecil, minimarket, dan lain-lain bervariasi mulai dari harga Rp.4.000 – Rp.33.000 untuk harga satuannya. Dengan harga perukuran yaitu ukuran panjang 15 cm dengan harga Rp. 4.800, ukuran panjang 30 cm seharga Rp.7.200, ukuran Panjang 40 cm seharga Rp. 11.600, ukuran panjang 50 cm seharga Rp. 13.300, ukuran 60 cm seharga Rp. 14.200, ukuran 100 cm seharga Rp.33.200.Namun untuk harga per dus nya kisaran Rp.57.600 –Rp.398.000, Data tersebut di ambil dari salah satu marketplace shope.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Awali, J., Ismail, I., Aryatama, O., Triana, Y., & Asih, W. (2018). Pelatihan Daur Ulang Logam (Aluminium) Bagi Masyarakat Karang Joang. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat–Indonesian Journal of Community Engagement, 4(1), 1-10

Bangyo Sucahyo, 1999. Ilmu Logam, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri,

Cubberly William H, 1983, Metals Handbook Ninth Edition Vol. 1

De Garmo,E.P., 1969, Materials and Processes in Manufacturing, Mac

DS, H. (2021). STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN ALAT TULIS KANTOR (ATK) PADA CV ANUGERAH BANJARMASIN (Doctoral dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).

Fabrications,2015,How Steel is Made video, “https://www.youtube.com/watch?v=xejnSzbFMQA”.

Grind By Design, 2018, Giant stainless steel ruler build, “https://www.youtube.com/watch?v=a79xQSKPTT8&t=48s

jurusan Mesin D3, UGM, Jogjakarta.

Kapriani, K., & Kurniaty, K. (2020). Analisis Pengaruh Kelengkapan Produk, Harga dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Berbelanja di Toko New Agung Alat Tulis dan Kantor di Makassar. Al-Buhuts16(2), 71-90.

Leolaiyongmin.,2015, Steel ruler marking,https://www.youtube.com/watch?v=bkp9W0d6T9I&t=30s”.

Lilik, 2010, Petunjuk Praktikum Ilmu Logam Laboratorium Bahan Teknik, Milian Company, New York.

Liu Harold, 2021, Steel ruler laser printing engraving marking machine, “https://www.youtube.com/watch?v=9cWIUm3JWG4&t=21s”.

Purnomo, J. (2020). WAREHOUSE PADA SISTEM INFORMASI PEMASARAN ALAT TULIS KANTOR. Journal of Vocational Education and Automotive Technology2(2), 51-62..

Rahardja, I. B., Ramadhan, A. I., & Sriwana, I. K. (2020). Pembuatan Tempat Alat Tulis Kantor Berbahan Dasar Fiber Mesocarp Palm Oil (FMPO). Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik2(2), 65-70.

Samlawi, A., K., & Siswanto, Rudi, 2016, Diklat Bahan Kuliah Material Teknik, Universitas Lampung Mangkurat, Lampung.

Simatupang, E. C. (2020). Sistem Informasi Persediaan Barang Alat Tulis Kantor Berbasis Web Di Smpn 3 Rancaekek (Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia).

Surakarta.

William D. Callister Jr., Material Science and Engineering: An Introduction. John Wiley&Sons, 2004.

 

 

 

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar