MAKALAH
MATA KULIAH PROSES
MANUFAKTUR
PROSES MANUFAKTUR
PRODUK
PENGGARIS BESI / LOGAM
Disusun Oleh :
M. Ali Mustofa 202044500018
Kelas S4A
PROGRAM STUDI TEKNIK
INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU
KOMPUTER
UNIVERSITAS INDRAPRASTA
PGRI
2022
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala limpahan
rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah
ini dalam bentuk maupun isinya yang sederhana dan sedemikian rupa kami susun. Makalah ini
membahasa tentang ‟Produk Penggaris Besi‟ dimana tugas ini dibuat untuk
memenuhi tugas mata kuliah Proses Manufaktur yang diberikan oleh Bapak Aditya
Herliawan selaku dosen mata kuliah Proses Manufaktur.
Selain itu kami berharap
semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Makalah ini kami
akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang
dan makalah inipun masih jauh dari kata sempurna, karena kesempurnaan hanyalah
milik Allah SWT untuk itu kritik dan saran sangat kami harapkan dari para
pembaca demi perbaikan dan pengembangan makalah ini.
Jakarta, 28 Juni 2022
M. Ali Mustofa
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR……………………………………………………..……. i
DAFTAR ISI…………………………………………………………..…………ii
DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………….v
BAB I DESIGN PRODUCT……………………………………………………...1
A. Pendahuluan................................................................................................... ….1
B. Desain Produk................................................................................................ ….2
C. Cetakan Produk.............................................................................................. ….3
BAB II MATERIAL PENYUSUN.................................................................. ….4
A.
Bahan Baku.................................................................................................... ….4
B. Stainless Steel................................................................................................ .....4
C. Alumunium..................................................................................................... ....6
BAB
III PERENCANAAN ............................................................................. ....8
A.
Tinjauan Pasar................................................................................................ ....8
B.
Kebutuhan Produk Perbulan........................................................................... ....8
BAB IV PROSES PRODUKSI…………………………….…………………..10
A.
Pemilihan Bahan Baku.................................................................................. ...10
B.
Proses pengecoran logam............................................................................... ...12
C. Pengecekan Qulity Casting............................................................................ ...13
D.
Proses Pemotongan Logam............................................................................ ...13
E.
Proses pengamplasan...................................................................................... ...13
F.
Proses Pengecekan go no go........................................................................... ...14
G.
Proses printing................................................................................................ ...14
H.
Proses Pelubangan dan Finishing................................................................... ...15
I.
Proses Pengecekan Qualiti Control................................................................ ...15
J.
Proses Packing................................................................................................. ...16
K.
Proses Packing............................................................................................... ...16
BAB V PENGENDALIAN KUALITAS........................................................ ..18
A.
Jenis Quality Control..................................................................................... ..18
B. Proses Quality Kontrol................................................................................... ..18
BAB VI MANAGERIAL................................................................................. ..19
A.
Pengoperasian Proses Produksi..................................................................... ..19
B. Jumlah Mesin................................................................................................. ..19
C. Jumlah Pekerja............................................................................................... ..19
D. Jumlah Waktu Pekerja................................................................................... ..19
BAB VII PEMASARAN.................................................................................. ..20
A.
Selaras Dengan Perencanaan......................................................................... ..20
B. Target Pasar Dari Produk Penggaris Besi...................................................... ..21
C. Harga Kisaran Produk
Penggaris Besi........................................................... ..22
BAB VIII DAFTAR PUSTAKA..................................................................... ..23
DAFTAR
GAMBAR
Halaman
Gambar 1.1 Penggaris
Siku ……………………………………….….….……2
Gambar 1.2 Penggaris
Untuk Memotong ……………………………………..2
Gambar
1.3 Penggaris
Logam 30 cm …….…………………..…………..…....3
Gambar
4.1 Material aluminium steel ………………………….……………11
Gambar
4.2 Proses Melting pada suhu tinggi…………………....…….……..11
Gambar
4.3 Proses pencetakan plat besi……………………..………………12
Gambar
4.4 plat besi ………………………………………..……………….12
Gambar
4.5 plat besi setlah di potong ...………………….…..……….……..13
Gambar
4.6 Proses Printing ………………………………………..….…….14
Gambar
4.7 Pelubangan Penggaris ………..…………..……..…..………….15
Gambar
4.8 Packing…………………………………………..…..…...…….16
Gambar
4.9 Packing Kardus……………………………….....…...…...…….16
BAB 1
DESAIN
A. Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari hari, penggunaan
Penggaris sangat digunakan baik anak sekolah,pekerja,bahkan dalam kehidupan
sehari-hari kita tidak dapat lepas dengan benda satu ini yaitu penggaris. Di
era kemajuan zaman dan seiringnya kemajuan ilmu teknologi penggaris semakin
hari semakin di rancang agar memenuhi kebutuhan pelanngannya. Penggaris atau mistar
adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus.
Terdapat berbagai macam
penggaris, dari mulai yang lurus sampai yang berbentuk segitiga (biasanya
segitiga siku-siku sama kaki dan segitiga siku-siku 30°–60°). Penggaris dapat
terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat
penggaris yang dapat dilipat.
Penggaris pertama kali digunakan oleh
masyarakat peradaban Lembah Indus pada tahun 1500 SM.Alat pengukur ini terbuat
dari gading yang ditemukan selama penggalian.
Pada penggaris pertama telah terdapat ukuran desimal di
dalamnya. Para ahli mengatakan bahwa penggaris kuno ditemukan oleh orang-orang
dari peradaban Lembah Indus sekitar 1500 SM, tetapi beberapa yang lain
mengatakan sudah lebih dahulu ditemukan, bukti-buktinya di kawasan Lothal (dari
masa 2400 SM). Ada juga literatur lain yang mengatakan bahwa penggaris
ditemukan oleh seorang berkebangsaan Inggris bernama Napier berupa penggaris geser dibuat
pertama kali dibuat di Inggris tahun 1632. Pengukuran panjang dengan penggaris diawali dengan
menempatkan satu ujung penggaris secara sejajar dengan salah satu ujung benda
yang akan diukur. Setelah itu, baca angka pada skala yang berimpitan dengan
ujung kedua benda. Panjang benda yang diukur berada pada skala pengukuran.
Penggaris logam adalah sebuah alat pengukur
dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus yang terbuat dari Aluminium/Stainless
Steel. Penggaris biasa dipakai untuk mengukur benda-benda yang berbidang datar
dengan dimensi yang standar atau kecil. Satu dari macam-macam alat ukur panjang
ini biasanya dipakai untuk menggambar garis atau bidang lurus. Ada dua jenis penggaris logam dengan material
berbeda yang bisa Anda pilih, yaitu yang berbahan dasar aluminium dan stainless
steel. Keduanya memiliki perbedaan dalam hal ketebalan (tampilan fisik) dan
kekuatan (daya tahan). Penggaris logam stainless memang cenderung lebih tipis,
namun penggaris aluminium jauh lebih ringan. Dari segi kekuatan, penggaris yang terbuat
dari stainless jauh lebih kuat sehingga lebih tahan lama. Biasanya, jenis
penggaris ini juga sering digunakan untuk merobek atau memotong kertas tanpa
bantuan cutter/gunting.
B. DESAIN PRODUK
Berikut beberapa jnis penggaris berdasarkan
jenis dan fungsinya yaitu:
1. Penggaris siku, menandai sudut perkiraan dan bidang
potong dengan cepat
Gambar 1.1 Penggaris
Siku
Penggaris siku atau siku ukur sangat berguna untuk menandai sudut
perkiraan dan bidang potong. Jenis ini banyak digunakan dalam bidang
pertukangan. Tidak heran, produk yang berbahan stainless steel dan aluminium
lebih banyak beredar di pasaran. Umumnya terdapat dua model penggaris siku di
pasaran yaitu yang dilengkapi dan tidak dilengkapi dengan busur pengukur sudut.
2. Penggaris untuk memotong dan merobek, membantu
pekerjaan cutting
Gambar 1.2 Penggaris
Untuk Memotong
Penggaris untuk memotong memiliki bentuk yang sama dengan penggaris pada
umumnya. Penggaris ini terbuat dari akrilik dengan pinggiran berbahan stainless
steel untuk mencegah goresan pada penggaris saat digunakan. Ada juga yang
seluruhnya terbuat dari stainless steel. Penggaris ini juga memiliki berbagai
tingkat ketebalan untuk mencegah tangan Anda terkena cutter.
Selain itu, penggaris dengan bobot yang berat akan membantu Anda
memotong kertas tanpa bantuan cutter atau gunting. Bobotnya berguna untuk mencegah
kertas menjadi miring pada saat disobek. Anda dapat memilih penggaris dengan
tepi yang tajam dan memiliki kemiringan yang sesuai untuk menghasilkan potongan
kertas yang sempurna.
3. Penggaris logam yang tahan lama dan awet
yaitu penggaris logam

Gambar
1.3 Penggaris Logam 30 cm
Ada dua
material yang biasa digunakan untuk membuat penggaris logam yaitu stainless
steel dan aluminium. Selain kuat dan awet, garis-garis skalanya pun tidak mudah
hilang. Khususnya penggaris berbahan stainless steel yang terbilang kuat, cocok
Anda gunakan sebagai alat bantu untuk merobek atau memotong kertas.
Di sisi
lain, bahan aluminium lebih ringan dan lebih nyaman digunakan dibandingkan
dengan penggaris berbahan stainless steel. Namun, materialnya tidak sekuat
stainless steel dan bisa saja pecah ketika terjatuh. Untuk menanggulangi hal
tersebut, Anda dapat memilih penggaris aluminium yang tebal.
C. CETAKAN PRODUK
Penggaris logam di buat dari material
stainless steel yang bahannya anti karat mulai dari bahan baku berbentuk
serpihan debu kemudian di olah dalam tengki bersuhu tinggi sampai menjadi
cairan kemudian di masukan ke dalam cetakan mesin yang setelah keluar menjadi
plat besi Panjang.
BAB 2
MATERIAL PENYUSUN
A. Bahan Baku
Dalam pembuatan penggaris besi atau logam
ini ada dua
material yang biasa digunakan untuk membuat penggaris logam yaitu stainless
steel dan aluminium. Selain kuat dan awet, garis-garis skalanya pun tidak mudah
hilang. Khususnya penggaris berbahan stainless steel yang terbilang kuat, cocok
Anda gunakan sebagai alat bantu untuk merobek atau memotong kertas.
B. Stainless Steel
Stainless
steel adalah paduan besi dan karbon yang tersusun dari penambahan campuran
kromium (Cr) dan elemen paduan lainnya seperti nikel (Ni). Stainless
steel atau biasa disebut baja tahan karat adalah istilah umum yang mengacu pada
berbagai jenis baja. Seperti semua jenis baja lainnya, stainless steel
merupakan paduan dari besi dan karbon yang terjadi dalam proses dua tahap. Pada tahap
pertama menggunakan sistem EAF atau Electric Arc Furnace untuk melelehkan scrap
dan ferro alloy berkarbon tinggi sebagai bahan murah sumber krom, lalu
lelehannya disempurnakan dengan proses yang menggunakan alat AOD atau Argon Oxygen
Decarburizer, di tahap kedua ini kandungan Karbon dan pengotor lainnya akan
hilang. Yang membedakan Stainless Steel adalah penambahan kromium (Cr) dan
elemen paduan lainnya seperti nikel (Ni) untuk membuat produk tahan korosi.
Paduan besi dengan minimal 12% Chromium.
A.) Jenis Jenis Stainless Steel
Berdasarkan
struktur mikro, klasifikasi Stainless Steel dibagi menjadi Stainless Steel
feritik, Stainless Steel martensitik, Stainless Steel austenitik, disamping itu
dibandingkan dengan Stainless Steel duplex dan Stainless Steel pengerasan
presipitasi.
1. Stainless
Steel Feritik
Baja
paduan jenis ini juga memiliki struktur Kristal BBC. Kandungan kromium dari
paduan jenis ini berkisar antara 10,5% hingga 30%. Jenis paduan ini biasanya mengandung:
molibdenum, silikon, aluminium, silikon, titanium dan niobium untuk
menghasilkan karakteristik tertentu.Stainless Steel jenis ini bersifat
non-magnet, memiliki sifat ulet dan sifat mampu bentuk yang baik. Namun pada
temperatur tinggi resistansi akan menurun dan lebih rendah dari Stainless Steel
austenitik. Selain itu, ketangguhan hanya bagus pada suhu rendah.Jenis Ferritic
SS dibuat dari komposisi chromium (10.5% -29%), molybdenum, alumunium, titanium
dan sedikit nikel. Resistensi terhadap jenis koreksi ini tidak sebaik
austenitik. Namun, itu masih lebih baik daripada martensitic.
2. Stainless
Steel Martensitik
Ia
memiliki struktur kristal kubik berpusat tubuh (BCC) yang menyimpang dari
kondisi yang mengeras. Ini memiliki pengerasan dan ketahanan korosi hanya dalam
kondisi lingkungan korosit sedang. Stainless Steel ini mengandung chromium
yaitu 10.5% sampai 18% dan kandungan karbonnya bisa mencapai 1.2%. Kadar krom
dan karbon yang cukup tinggi menyebabkan terbentuknya struktur martensit
setelah pemanasan. Martensitik mengandung 10,5% -18% kromium,
2% nikel, dan karbon dalam jumlah besar. Bahan lain dari martensit adalah:
molibdenum, niobium, silikon, tungsten, vanadium dan lain-lain. SS jenis ini
masih kurang mampu mencegah terjadinya korosi, apalagi dibandingkan dengan dua
jenis sebelumnya. Namun, kekuatan dan ketangguhan Stainless Steel ini bagus. Itulah
mengapa SS jenis ini banyak digunakan untuk pembuatan pisau, alat gerinda dan
lain-lain. Beberapa tipe pada seri SS 400 termasuk dalam kategori martensitik,
misal: tipe seri 403, 410, 414, 416, 420, 431 dan 440.
3. Stainless
Steel Austenitik
Ia
memiliki kekuatan, ketangguhan, keuletan, kemampuan bentuk yang baik. baja anti
karat jenis ini memiliki struktur kristal face-centered cubic (FCC). Struktur
kristal ini terbentuk karena adanya penambahan unsur-unsur paduan austenit
seperti nikel, mangan dan nitrogen. Jenis Stainless Steel ini tidak bersifat
magnetis dalam kondisi anil dan hanya dapat dikerjakan secara dingin.
Austenitik
terdiri dari berbagai bahan, yaitu kromium 16%, nikel 7%, dan nitrogen.
Sifat-sifat austenitik SS adalah: memiliki kekuatan dan ketahanan terhadap suhu
(baik suhu tinggi maupun rendah) dan memiliki ketahanan yang lebih baik
terhadap korosi daripada jenis feritik dan martensitik. enis-jenis seri SS yang
termasuk dalam kategori austenitik adalah seri SS 300 dan seri SS 200.
Perbedaan pada seri ini dipengaruhi oleh perbedaan komposisi metalurgi yang
pada akhirnya memiliki karakteristik yang berbeda pula.
4. Stainless
Steel Duplex
Stainless
Steel jenis ini memiliki struktur campuran antara BBC ferrite dan FCC
austenite. Hubungan komposisi antara keduanya dipengaruhi oleh komposisi logam
dan proses perlakuan panas yang diperoleh. Namun dalam kondisi anil, hubungan
antara kedua fase tersebut seimbang. Sifat ketahanan korosi dari jenis
Stainless Steel ini mirip dengan Stainless Steel austenitik dalam elemen paduan
yang serupa, tetapi memiliki kekuatan tarik dan elastis yang lebih tinggi. Stainless
Steel jenis ini merupakan hasil “perkawinan” antara jenis yang otentik dan
jenis feritik. Oleh karena itu, karakteristiknya hampir mirip dengan autonitik
dan feritik.
Kemampuan
duplex untuk mencegah korosi mirip dengan autenitik. Sedangkan kekokohan SS
berada di antara autenitik dan feritik. Namun, SS ini memiliki ketahanan yang
lebih baik terhadap retak korosi tegangan daripada seri autenitik.Stainless
steel ini biasa dimanfaatkan dalam industri petrokimia, industri kertas dan
pembuatan komponen kapal.
5. Precipitation
– Hardening Stainless Steel
Jenis
ini memiliki unsur-unsur peningkat kekerasan seperti tembaga, aluminium atau
titanium. Dalam kondisi anil, mikrostruktur Stainless Steel jenis ini dapat
bersifat austenitik atau martinistik.
A. Kelebihan Dan Kekurangan Stainless Steel
1.Anti Korosi
2.Kuat Pada Suhu Rendah dan Tinggi
3. Produksi Pembuatan Muah
4. Tidak mengeluarkan banyak biaya
5. Tampilan yang modern
6. Higienis
7. Perawatan mudah
B. Kekurangan Stainless Steel
1. biaya mahal di awal
2. Sulit dalam mengelas
C. Alumunium
Alumunium adalah logam yang memiliki kekuatan yang relative rendah dan
lunak. Alumunium merupakan logam yang ringan dan memiliki ketahanan korosi yang
baik, hantaran listrik yang baik dan sifatsifat lainnya. Umumnya alumunium
dicampur dengan logam alinya sehingga membentuk alumunium paduan. Materil ini
dimanfaakan bukan saja untuk peralatan rumah tangga, tetapi juga dipakai untuk
kerperluan industr, kontruksi, dan lain sebagainya (surdia, 1992).
Unsur-unsur paduan alumunium
a. Copper (Cu), menaikkan kekuatan dan
kekerasan, namun menurunkan elongasi (pertambahan panjang pangjangan saat ditarik).
Kandungan Cu dalam alumunium yang paling optimal adalah antara 4-6%.
b. Zink atau Seng (Zn), menaikkan nilai
tensile.
c. Mangan (Mn), menaikkan kekuatan dalam
temperature tinggi.
d. Magnesium (Mg), menaikkan kekuatan
alumunium dan menurunkan nilai ductility-nya. Ketahanan korosi dan weldability
juga baik.Silikon (Si), menyebabkan paduan alumunium tersebut bisa diperlakukan
panas untuk menaikkan kekerasannya.
e. Lithium (Li), ditambahkan untuk
memperbaiki sifat tahan oksidasinya.
Jenis-Jenis Alumunium
a) Jenis
Alumunium seri 1XXX : Alumunium ini memili kandungan 99% alumunium dankemurnian
paling tinggi di antara tipe lain. Alumunium ini paling banyak di gunakan pada
dunia kelistrikan dan industri kimia.
b) Jenis
Alumunium seri !XXX : Alumunium ini mengandung 2,5%-5% Cu. Alumunium inimampu
menghasilkan kekuatan yang sangat tinggi ketika di lakukan heat treatment.
Akantetapi alumunium tipe ini tidak di produksi untuk tahan terhadap korosi.
Alumunium inidi gunakan pada industri penerbangan yaitu untuk pembuatan pesa%at
terbang.
c) Jenis
Alumunium seri &XXX : Alumunium ini unsur kimia yang yang dominan
adalahmangan yaitu sekitar 1,5%. Alumunium tipe ini memiliki kekuatan yang baik
tapi tidakterlalu tinggi dan mudah untuk di kerjakan dengan mesin.
d) enis
Alumunium seri 'XXX : Paduan Al-Si sangat baik kecairannya, yang mempunyai permukaan
yang sangat bagus, tanpa kegetasan panas, dan sangat baik untuk paduancasting.
)ebagai tambahan, paduan ini memiliki ketahanan korosi yang baik, sangatringan,
koe*isien pemuaian yang sangat kecil, dan sebagai penghantar panas dan
listrikyang baik. +arena memiliki kelebihan yang baik, paduan ini sangat banyak
dipakai.Alloy jenis ini tidak bisa di heat treatment.
e) Jenis
Alumunium seri 3XXX: Aluminium tipe ini menyebabkan keseimbangan binersemu
dengan senya%a antar logam MgZn2 dan kelarutannya menurun apabilatemperaturnya
turun. 0elah diketahui sejak lama bah%a paduan sistem ini dapat dibuatkeras
sekali dengan penuaian setelah perlakuan pelarutan. 0etapi sejak lama,
tidakdipakai sebab mempunyai si*at patah getas oleh retakan korosi tegangan.
BAB III
PERENCANAAN
A.Tinjauan Pasar
Peramalan
berasal dari kata ramalan yang dapat diartikan sebagai suatu kondisi, yang
akan terjadi di
masa depan yang
dilakukan dengan cara
pengujian dari masa
lalu dan peramalan adalah bentuk
dari kegiatannya. Metode peramalan juga
merupakan sebuah cara untuk memperkirakan sesuatu yang akan terjadi di
masa depan menggunakan data yang terkait dengan masa
lalu dengan cara kuantitatif, dengan kata lain peramalan memiliki sifat
objektif. Dalam suatu peramalan baik atau
tidaknya peramalan tersebut selain melalui inforamsi juga dapat di
tentukan melalui kelengkapan dan
baik tidakny informasi yang di
dapatkan, selama data yang di dapatkan kurang meyakinkan ataupun kurang
lengkap maka hasil
dari peramalaan tersebut kurang dapat dipercaya dan hasil yang di
dapatkan pun tidak akan memuaskan oelh karena itu suatu teknik peramalan juga sangat di tentukan oleh beberapa hal :
1. Penguasaan dalam mengetahui teknik dan mengumpulkan data (informasi) dari masa lalu , yang dimana data tersebut
bersifat kuantitatif.
2. Menggunakan metode dan teknik yang
tepat yang sesuai dengan pola data yang
telah kita dapatkan.
Dalam gambaran perkembangan pada masa lalu dan
masa yang akan datang dapat kita peroleh dari hasil analisa data yang kita dapat dari hasil penelitian yang kita
lakukan , sedangkan untuk perkembangan di masa yang akan datang ( masa depan) adalah perkiraan tentang apa
yang akan terjadi. Dengan demikian peramalan dapat di katakan sangat penting
dan di butuhkan dalam suatu penelitian dan ketepatan dalam suatu penelitian
juga merupakan suatu hal yang
penting, walaupun kita
ketahui dalam suatu
peramalan pun pasti
ada kesalahannya dari peramalan tersebut.
Untuk penggaris logam biasanya di butuhkan di perkatoran dan mahasiswa
Teknik yang lebih membutuhkan penggaris besi atau logam karena biasanya anak
sekolah SD dampai SMA biasanya mengunakan penggaris plastic yang harganya jauh
lebih murah di bandingkan penggaris logam walaupun ada beberapa pelajar yang
ada mengunakan penggaris logam. Karena penggaris logam lebih awe penggunaanya
dan bisa multi fungsi seperti memotong kertas dan lain lain.
B. Kebutuhan Produk Perbulan
Dengan perkembangan zaman seiring dengan
perkembangan ilmu teknologi kini masyarakat lebih memilih produk yang awet dan
berkualitas dan multifungsi seperti penggaris logam. Penggaris logam lebih
diminati bagi kaum kantoran dan mahasiswa karena lebih awet dan tidak mudah
patah seperti penggaris plastic biasanya, hal ini menyebabkan perusahaan
penggaris logam harus memproduksi lebih banyak dan berkualitas untuk kebutuhan
pasar jika misal tiap took dapat menjual sekitar 20 penggaris dalam bulan dan
satu bulan penggaris logam yang Panjang 30 cm dan 60 cm di bandrol dengan harga
kisaran Rp 3000,00 sampai Rp 33.000,00 tergantung Panjang penggaris dan
mereknya.
BAB IV
PROSES PRODUKSI
Pada kegiatan proses
produksi pembuatan pengaris logam, ada beberapa tahapan atau urutan
pembuatannya. mulai dari pemilihan raw material sampai di hasilkan produk
penggaris logam yang siap di gunakan sampai ke masyarakat.
Tahapannya
yaitu :
1. Pemilihan raw
material (bahan baku)
2. Proses
pengecoran logam
3. Proses Pengecekan
Quality Casting
4. Proses
pemotongan logam
5. proses
pengamplasan
6. Proses
Pengecekan GO NO GO
7. Proses
Printing
8. Pross
Pelubangan dan Finishing
9. Proses
pengecekan Quality control
10. Proses
Packing
11. Proses
Packing Kardus.
A. Pemilihan
Bahan Baku
Pemilihan bahan baku
merupakan tahap awal yang sangat penting karena pada tahap ini dapat di
tentukan tingkat kualitas produk penggaris logam sesuai dengan spesifikasi yang
diharapkan. Penggunaan bahan baku ini juga sangat berpengaruh terhadap hasil dari
produk penggaris logam.
Pada proses ini ada beberapa tahapan
diantaranya ketika material masih dalam keadaan debu,serpihan aluminium sebelum
di panaskan. Seperti gambar dibawah.

Gambar 4.1 Material aluminium steel
Setelah proses tersebut maka material dalam
keadaan serpihan aluminium tersebut di masukan kedalam tank panas yang akan
diolah mencadi cairan panas.seperti gambar di bawah ini.

Gambar 4.2 Proses Melting pada suhu tinggi
Pada proses ini material
yang dalam keadaan serpihan tadi di masukan ke dalam tank panas pada suhu
tinggi agar material lebur menjadi cairan agar memudahkan pada saat
percentakan.setelah itu proses pencetakan menjadi plat strip panas.

Gambar 4.3 Proses pencetakan plat besi
Pada proses ini ketika
material panas keluar dari tank panas kemudian masuk ke pencetakan otomatis
yang berbentuk palt pancang yang masih panas kemudian di kasih air pendingin
agar material dingin.

Gambar 4.4 plat besi
Pada proses ini plat besi yang sudah di
proses pendinginan dan pengerasan yang sudah menjadi plat besi logam dan lebar
kemudian akan melakukan proses pemotongan.

Gambar 4.5 plat besi setlah di potong
Proses
pemotongan dilakukan dengan mesin agar lebih efisien dan efektif sebelum di
potong potong panjangnya sesuai uuran penggaris.
Pada Proses ini pekerja mengecek cairan
melting yang sudah di campur dan di aduk dengan komponen lainnya dan di ambil
sampelnya dengan cara mengambil cairan dengan cup besi kecil kemudian di ambil
lalu diamkan agar mengeras setelah itu kita potong cetakan tadi menjadi 2
bagian lalu kita lihat tengahnya apakah ada porosity atau tidak jika tidak ada
porosity berarty lanjut prossnya jika ada porosity atau cacat maka proses
berhenti dan material yang sudah kecetak maka di Tarik dan di masukan ke tungku
panas meltng untuk di daur ulang.
Pada proses ini setelah lempengan besi yang
sudah di cetak tipis Panjang setelah itu kita potong panjangnya dengan ukuran
sesuia kebutuhan penggaris logam. Jika penggarisnya ukuran 30 cm maka kita
potong plat besi tersesbut dengan ukuran per 30 cm.
Pada proses ini setelah plat besi di potong
kita melakuakan penghalusan agar bekas pemotongan dari proses sebelumnya tidak
terlihat atau lebih rapi. Pada penghalusan ini menggunakan mesin sander belt
agar bekas pemotongan lebih halus dan tanpa mengurangi kepresisian plat besi.
Setelah di amplas kita melakukan pegecekan masih sama atau tidak ukurannya
sebelum melakukan ke proses berikutnya.
Pada proses ini team quality mengecek
ukuran aluminium sesuai ukuran yang di butuhkan tebal dan Panjang missal pada
penggaris logam ukuran 30 cm dan tebal 0,5 mm. Pengecekan menggunakan pokayoke
atau go no go atau alat yang tingggal menepatkan suatu penggaris ke tempat
gonogo tersebut jika penggaris masuk berarti masih dalam standard. Pengecekan
dilakukan 100 %.
Pada proses printing ini menggunakan mesin
printing cnc jadi tinggal mengikuti setingan setelah itu taruh plat besi tadi
di tempat ragum atau dalam mesin lalu kita menekan tomol yang ada dimesin
setelah iu mesin akan bejalan otomatis membentuk tulisan di atas palt besi yang
akan menuliskan isi dari penggaris. Setelah selesai mesin akan otomatis
berhenti otomatis.
Setelah selesai pengecekan ke qualitu
control agar penggaris sesuai ukuran atau ada yang rijek.

4.6 Proses Printing
H. Proses Pelubangan dan Finishing

Gambar 4.7 Pelubangan Penggaris
Pada proses ini membutuhkan proses
pengeboran dengan mesin bor dengan mata bor ukuran 5 mm HSS untuk pelubangan
pada ujung penggaris dan perapihan pada sisi-sisi penggaris.
I. Proses Pengecekan Qualiti
Control
Pada proses ini team qc melakukan pengecekan
sampel 1 pcs perjam dengan ketentuan sampel 1 pcs untuk 1 type jadi untuk
penggaris logam ada 5 type atau ukuran yaitu dengan ukuran Panjang 15 cm, 30
cm, 40 cm, 60 cm dan 100 cm. serta bagian yang di cek itu meliputi ukuran
Panjang, tebal, lebar, tingkat kekerasan, dan tingkat kekuatan bahan. Untuk
pengecekan ukuran menggunakan alat ukur micrometer dan untuk mengecek kekuatan
bahan dan tingkat kekerasan menggunakan mesin thiknees.

Gambar 4.8 Packing
Pada proses ini operator packing memasukan
penggaris logam ke kardus kecil yang isinya I pack isi 12 pcs penggaris logam.
Penggaris logam tersebut sebelum di masukan ke kardus isi 12 pcs di masukan ke
plastic satu per satu dulu.

Gambar 4.9 Packing Kardus
Pada proses ini penggaris logam yang sudah
di masukan ke kardus kecil tadi kemudian di packing ke kardus besar agar
mempermudah pembawaannya dan lebih rapi kemudian penggaris logam di simpan di
Gudang dan siap untuk di distribusikan ke Gudang cabang yang nantinya akan di
kirim dan di distribusikan ke toko-toko.
BAB V
PENGENDALIAN KUALITAS
Setiap industri
pembuatan Penggaris Logam memiliki persaingan yang kuat, baik tingkat nasional maupun internasional, maka perusahaan
harus mampu mengelola sumber daya yang
dimiliki secara optimal dan membuat upaya perbaikan agar lebih efisien dan
efektif. Tidak jarang dalam proses pembuatan Penggaris Logam, ditemukan
banyaknya cacat hasil produksi yang
disebabkan oleh beberapa faktor, seperti bahan baku yang kurang tepat, Mesin yang
bermasalah, dan sebagainya. Dengan
adanya cacat produksi, maka kerugian pada perusahaan sangat besar. Penggaris
Logam secara fisik dikatakan cacat apabila Penggaris Logam tersebut tidak
memenuhi standart, seperti adanya cacat
material, ukuran tidak presisi, dan Patah. Penggaris Logam ini bisa dikatakan
reject dan akan leburkan lalu didaur ulang kembali.
Industri pembuatan penggaris
logam dapat menentukan standar kualitas, proses dan prosedur internal
masing-masing dan mengembangkannya dari waktu ke waktu. Proses untuk memastikan
semua pihak yang berkepentingan tersebut mengikuti dan mematuhi standar dan
prosedur yang telah ditentukan ini disebut dengan proses pengendalian kualitas
atau Quality Control (QC). Tujuan utama Quality Control adalah memastikan bahwa
produk yang akan dikirimkan ke pelanggan adalah bebas dari cacat dan dapat
diterima sesuai dengan persyaratan kualitas yang ditentukan. Jika ditemukan
produk yang cacat maka diperlukan tindakan perbaikan yang sesuai.
A. Jenis
Quality Control
Jenis Quality Control pada proses pembuatan penggaris logam ini ada
3 jenis yaitu Quality Control Casting, Quaality Control Cek visual menggunakan
Go No Go, dan pengecekan terakhir Quality Control setelah produk jadi. Untuk
quality control menjadi satu keatuan departemen agar memudahkan standard
quality dan komunikasi antar proses.
B. Proses
Quality Control
Pada proses pengecekan
ada tiga proses dalam pengecekan yaitu untuk quality Control Casting tugasnya
yitu mengecek material yang masih proses peleburan atau material belum jadi,
komponen yang di cek yaitu pengecekan quality, tingkat kekerasan, dan visual
pada suatu material. Tujuannya adalah jika ada cacat produksi maka akan segera
tertangani dan dapat mengurangi cacat banyak padak proses selanjutnya.
Setelah itu ada quality
control go no go yaitu qulity control yang bertugas mengecek komponen setengah
jadi dari penggaris logam, komponen yang di cek yaitu di mensi dan visual serta
pengecekan bukan menggunakan alat ukur melainkan menggunakan go no go yang
telah di buat industri itu sendiri menggunakan standart yang telah ditentukan
dan mengecek visual dari komponen penggaris logam seperti printing terlihat
jelas dan untuk pengecekan ini material atau penggaris logam di cek 100%.
Dan yang terakhir adalah
pengecekan Quality Control setelah penggaris logam sudah jadi dan utuh untuk
komponen yang di cek yaitu dimensi dan visualnya seperti ukuran tebal,Panjang
dan lebar serta visualnya seperti printing dan label merk terlihat jelas dengan
standart toleransi yang telah di buat oleh pabrik penggaris logam itu sendiri.
BAB VI
MANAGERIAL
A.
Pengoperasian Proses Produksi
Perencanaan pada fungsi
produksi atau operasi barang yang sudah selesai diproduksi sebelum dikirim atas
permintaan konsumen akan disimpan digudang terlebih dahulu dan tidak adanya
waktu pengiriman tertentu untuk setiap wilayah. Waktu untuk pengiriman barang
sesuai dengan permintaan konsumen. Pengorganisasian dalam fungsi produksi dan
operasi ini adalah terdapat pembagian kerja
yang jelas yaitu bagian pabrik, gudang, dan pengiriman barang. Pada tahap pengarahan
ini menurut manager produksi dan karyawan produksi, pengarahan dilakukan dengan
evaluasi kinerja setiap seminggu sekali agar tidak terjadi kesalahan selama proses produksi berlangsung.
Pada tahap pengontrolan, karyawan produksi mengatakan bahwa pengontrolan hasil
kualitas produksi dilakukan saat jam kerja berlangsung. Pada bagian produksi,
evaluasi karyawan akan dilihat berdasarkan kecepatan pengerjaan dan ketepatan
hasil pengerjaan. Untuk karyawan bagian gudang, evaluasi dilakukan dengan
melihat apakah ada barang yang hilang atau rusak ketika barang tersebut berada
di gudang. Sedangkan untuk karyawan di bagian pengiriman, evaluasi dilihat
berdasarkan biaya yang dibutuhkan untuk pengiriman tersebut dan pengiriman yang
sesuai dengan permintaan konsumen.
B. Jumlah Mesin Produksi
Jumlah mesin yang di
pakai untuk memproduksi penggaris logam yaitu sebanyak 7 mesin diantaranya, mesin
thickness, mesin pemotong, mesin sander, Mesil melting, mesin Bor, conveyor,
dan mesin printing
C. Jumlah Pekerja
Jumlah pekerja pada usulan untuk masing masing-masing proses
produksi di perusahaan penggaris logam yaitu mesin pemotong sebanyak 3 orang,
mesin sander 3 orang, operator Quality Control sebanyak 8 orang, mesin printing
sebanyak 6 orang, packing sebanyak 6 orang, PPIC sebanyak 12 orang, packing
kardus sebanyak 6 orang.
D. Jumlah Waktu Kerja
Waktu standar proses produksi Penggaris
Logam dengan kapasitas produksi perusahaan 5000 pack, dimana untuk stasiun Pemotongan
waktu standar sebesar 1403,86 menit, satasiun melting waktu standar sebesar 15885,467
menit, stasiun Sander waktu standar sebesar 9.914 menit, stasiun Printing waktu
standar sebesar 1213,71 menit, satasiun mesin bor waktu standar sebesar 1855,467
menit, satasiun packing waktu standar sebesar 12875,467 menit, , stasiun
packing Kardus besar waktu standar sebesar 565,05 menit.
BAB VII
PEMASARAN
A. Selaras
Dengan Perencanaan
Terdapat 7 fungi pemasaran yang akan
dilakukan :
1)
Analisis
Konsumen
Dalam tahap analisis konsumen ini
produsen Penggaris Logam melakukan survey lapangan yang dilakukan oleh tenaga
salesmannya. Adapun target yang ditetapkan oleh perusahaan penggaris logam ini
adalah kalangan menengah ke bawah hingga kalangan menengah ke atas.
2)
Penjualan
produk/jasa
Penjualan produk yang dilakukan oleh
produsen Penggaris Logam yaitu berupa promosi setiap pembelian minimal 20 dos
akan mendapatkan free 2 dos untuk pelanggan baru yang berlaku untuk semua jenis
merk. Sementara untuk pelanggan lama diberikan potongan harga sebesar 15%
setiap pembelian
minimal 40 dos.
3)
Perencanaan
produk dan jasa
Perencanaan produk dilakukan pada
aspek-aspek seperti berikut:
a) Perusahaan melakukan pengemasan
barang (packaging) yang diinovasi setiap 6 bulan sekali.
b) Perusahaan tidak memberikan
garansi kepada konsumen namun memberikan penanganan komplain dengan mengganti
produk yang cacat.
c) Perusahaan memiliki kualitas produk
yang baik.
d) Perusahaan memberikan layanan
konsumen dengan mendatangi agen dan distributor untuk menjaga hubungan baik
dengan mereka.
4)
Penetapan
harga
Proses penetapan harga Penggaris
Logam pada produsen Penggaris Logam ini ditentukan dengan mempertimbangkan
harga pasaran dan juga kualitas produk itu sendiri.
5)
Distribusi
Saluran
distribusi yang yang digunakan oleh produsen Penggaris logam ini dikirim
langsung oleh perusahaan sendiri dengan menggunakan mobil pick up untuk seluruh
wilayah menggunakan kapal dengan jasa ekspedisi.
6)
Riset
Pemasaran
Riset pemasaran
yang dilakukan dalam perusahaan ini dilakukan menggunakan 2 cara. Pertama,
salesman atau manager pemasaran yang bertanya ke agen dan distributor lain
untuk mengecek kualitas produk mereka. Jika cara pertama ini tidak berhasil,
maka dilakukan cara kedua yaitu dengan membeli produk agen dan distributor
lain.
7)
Analisis
Peluang
Dalam analisis
peluang produsen Penggaris logam memperhitungkan biaya transportasi dalam
memasarkan produk. Manfaat yang diperoleh adalah perusahaan dapat memahami
pangsa pasar yang berpotensi dan menambah pelanggan baru sedangkan resiko yang didapat adalah
tidak semua agen dan distributor bisa menerima produk perusahaan.
Dalam tahap perencanaan
strategi yang digunakan produsen Penggaris Logam adalah dengan menawarkan dari
toko ke toko untuk mencari pelanggan baru. Rencana ke depan yang akan dilakukan
adalah meningkatkan omzet penjualan melalui penambahan salesman dan memperluas
daerah pemasaran. Pengorganisasian pada fungsi pemasaran ini sudah berjalan
cukup baik karena manager pemasaran dan dibantu oleh karyawan pemasaran
(salesman) yang ada selalu menjalankan tugas dengan baik. Salesman selalu siap
ditugaskan ke luar untuk mencari pesanan ke agen dan distributor. Fungsi
pengorganisasian dapat dikatakan cukup berhasil karena tidak adanya mis
komunikasi yang terjadi antara kedua belah pihak. Pembagian tugas antar bagian
juga sudah jelas. Dalam aspek pengarahan pemasaran yang telah dilakukan oleh
produsen Penggaris Logam ini, manager pemasaran memberikan pengarahan kepada
salesman agar tujuan perusahaan untuk meningkatkan omzet setiap bulan tercapai.
bagian pemasaran mengetahui tujuan pemasaran dari target yang ditentukan oleh
perusahaan dan mereka mendapatkan komisi atas target yang berhasil dicapai.
Untuk pengontrolan kegiatan pemasaran, yang dilakukan perusahaan untuk
meningkatkan efektivitas kinerja karyawan yaitu 31 melalui motivasi. Menurut
manager pemasaran dan salesman melakukan pengawasan terhadap pengadaan Penggaris
logam yaitu dengan melakukan pengecekan harga dan kualitas produk pesaing.
Dalam mengevaluasi hasil pemasaran dengan rencana dalam produsen penggaris
logam manager pemasaran mengatakan bahwa dilakukan dengan melihat dari jumlah
pesanan dan target yang sudah ditetapkan ke salesman.
B. Target Pasar
Dari Produk Penggaris logam
Pertumbuhan produksi
industri Penggaris Logam dan barang dari logam di seluruh wilayah juga terus
meningkat dari tahun ke tahun. Pertumbuhan industri Penggaris Logam dan barang
dari Logam mengalami peningkatan terhitung sejak triwulan I pada tahun 2012
yang meningkat sebesar 0,84% dibandingkan tahun 2011 pada industri manufaktur
besar dan sedang. Sama halnya ditinjau dari industri manufaktur mikro dan
kecil, pertumbuhan industri Penggaris Logam dan barang dari logam juga
mengalami peningkatan produksi terhitung sejak triwulan I pada tahun 2012 yaitu
sebesar 14,78% dibandingkan pada tahun 2011. Prospek yang luas dan dukungan
pemerintah tersebut dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk melakukan
pengembangan usahanya. Untuk itu produsen Penggaris perlu meningkatkan
kinerjanya dengan menerapkan strategi yang tepat agar perusahaan memiliki
keunggulan bersaing sehingga dapat menuntun perusahaan menjadi semakin
berkembang.
C. Harga
Kisaran Produk penggaris logam
Harga merupakan komponen
penting atas suatu produk, karena akan berpengaruh terhadap keuntungan
produsen. Harga juga menjadi pertimbangan konsumen untuk membelinya, sehingga
perlu pertimbangan khusus untuk menentukan harga tersebut.
Harga kisaran produk Penggaris
Logam merk joyko yang akan dijual di berbagai toko kecil, minimarket, dan
lain-lain bervariasi mulai dari harga Rp.4.000 – Rp.33.000 untuk harga satuannya.
Dengan harga perukuran yaitu ukuran panjang 15 cm dengan harga Rp. 4.800,
ukuran panjang 30 cm seharga Rp.7.200, ukuran Panjang 40 cm seharga Rp. 11.600,
ukuran panjang 50 cm seharga Rp. 13.300, ukuran 60 cm seharga Rp. 14.200,
ukuran 100 cm seharga Rp.33.200.Namun untuk harga per dus nya kisaran Rp.57.600
–Rp.398.000, Data tersebut di ambil dari salah satu marketplace shope.
BAB VIII
DAFTAR PUSTAKA
Awali, J., Ismail, I., Aryatama, O., Triana, Y., & Asih,
W. (2018). Pelatihan Daur Ulang Logam (Aluminium) Bagi Masyarakat Karang Joang. Jurnal
Pengabdian kepada Masyarakat–Indonesian Journal of Community
Engagement, 4(1), 1-10
Bangyo Sucahyo, 1999. Ilmu Logam, PT. Tiga Serangkai Pustaka
Mandiri,
Cubberly William H, 1983, Metals Handbook Ninth Edition Vol. 1
De Garmo,E.P., 1969, Materials and
Processes in Manufacturing, Mac
DS, H. (2021). STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN
OMZET PENJUALAN ALAT TULIS KANTOR (ATK) PADA CV ANUGERAH BANJARMASIN (Doctoral
dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB).
Fabrications,2015,How Steel is Made
video, “https://www.youtube.com/watch?v=xejnSzbFMQA”.
Grind By Design, 2018, Giant
stainless steel ruler build, “https://www.youtube.com/watch?v=a79xQSKPTT8&t=48s”
jurusan Mesin D3, UGM, Jogjakarta.
Kapriani, K., & Kurniaty, K. (2020). Analisis Pengaruh
Kelengkapan Produk, Harga dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Berbelanja di
Toko New Agung Alat Tulis dan Kantor di Makassar. Al-Buhuts, 16(2),
71-90.
Leolaiyongmin.,2015,
Steel ruler marking, “https://www.youtube.com/watch?v=bkp9W0d6T9I&t=30s”.
Lilik, 2010, Petunjuk Praktikum Ilmu Logam Laboratorium Bahan Teknik,
Milian Company, New York.
Liu Harold, 2021, Steel ruler laser
printing engraving marking machine, “https://www.youtube.com/watch?v=9cWIUm3JWG4&t=21s”.
Purnomo, J. (2020). WAREHOUSE PADA SISTEM INFORMASI PEMASARAN
ALAT TULIS KANTOR. Journal of Vocational Education and Automotive
Technology, 2(2), 51-62..
Rahardja, I. B., Ramadhan, A. I., & Sriwana, I. K.
(2020). Pembuatan Tempat Alat Tulis Kantor Berbahan Dasar Fiber Mesocarp Palm
Oil (FMPO). Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik, 2(2),
65-70.
Samlawi, A., K., & Siswanto,
Rudi, 2016, Diklat Bahan Kuliah Material Teknik, Universitas Lampung Mangkurat,
Lampung.
Simatupang, E. C. (2020). Sistem Informasi Persediaan Barang
Alat Tulis Kantor Berbasis Web Di Smpn 3 Rancaekek (Doctoral dissertation,
Universitas Komputer Indonesia).
Surakarta.
William D. Callister Jr., Material
Science and Engineering: An Introduction. John Wiley&Sons, 2004.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar